Minggu, 09 Desember 2012

10 UNIVERSITAS TERBAIK DI INDONESIA

Loading image...


1.    Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada merupakan universitas negeri tertua di Indonesia, terletak di Yogyakarta. Didirikan pada 19 Desember 1949, Gadjah Mada merupakan universitas pertama yang didirikan setelah Indonesia merdeka. Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, sekarang memiliki 18 Fakultas dan satu Sekolah Pascasarjana (dahulu bernama Program Pascasarjana), dan lebih dari 100 Program Studi untuk S-2,S-3, dan Spesialis. Universitas Gadjah Mada berlokasi di Kampus Bulaksumur Yogyakarta. Sebagian besar fakultas dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada terdiri atas beberapa jurusan/bagian dan atau program studi. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

Universitas Indonesia, disingkat UI, adalah sebuah perguruan tinggi di Indonesia. Kampus utamanya terdapat dibagian Utara dari Depok, Jawa Barat, dan kampus utama lainnya terdapat di daerah Salemba di Jakarta Pusat. Universitas Indonesia adalah lembaga pendidikan terdepan dan universitas paling bergengsi di Indonesia, dengan ranking yang tertinggi di Indonesia pada peringkat Times Higher Education Supplement World University Rankings of 2006 UI mendapat rangking 395 di THES World University Rankings of 2007, di antara 11000 universitas yang dinilai di seluruh dunia. Pada bulan Oktober 2008, UI menduduki peringkat ke-287 di antara top university di dunia dan pada tahun 2009 menduduki peringkat ke-50 besar di Asia. Pada bulan Oktober 2009, UI menduduki peringkat ke-201 di antara top university di dunia. Universitas Indonesia adalah lembaga pendidikan terdepan dan universitas paling bergengsi di Indonesia, dengan ranking yang tertinggi di Indonesia pada peringkat Times Higher Education Supplement World University Rankings of 2006 UI mendapat rangking 395 di THES World University Rankings of 2007, di antara 11000 universitas yang dinilai di seluruh dunia. Pada bulan Oktober 2008, UI menduduki peringkat ke-287 di antara top university di dunia dan pada tahun 2009 menduduki peringkat ke-50 besar di Asia. Pada bulan Oktober 2009, UI menduduki peringkat ke-201 di antara top university di dunia. Webometrics menempatkan UI di peringkat ke dua sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia di tahun 2011 . Webometrics adalah lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol, yang dua kali dalam setahun mengeluarkan daftar peringkat, yakni pada bulan Januari dan Juli

3. Institut Teknologi Bandung (ITB)
Institut Teknologi Bandung (ITB) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang berkedudukan di Kota Bandung. ITB didirikan pada tanggal 2 Maret 1959. Saat ini status ITB adalah BHMN (Badan Hukum Milik Negara). Kampus utama ITB saat ini merupakan lokasi dari sekolah tinggi teknik pertama di Indonesia. Walaupun masing-masing institusi pendidikan tinggi yang mengawali ITB memiliki karakteristik dan misi masing-masing, semuanya memberikan pengaruh dalam perkembangan yang menuju pada pendirian ITB.
Asrama mahasiswa, perumahan dosen, dan kantor pusat administrasi tidak terletak di kampus utama namun masih dalam jangkauan yang mudah untuk ditempuh. Fasilitas yang tersedia di kampus di antaranya toko buku, kantor pos, kantin, bank, dan klinik. Selain ruangan kuliah, laboratorium, bengkel dan studio, ITB memiliki sebuah galeri seni yaitu Galeri Soemardja, fasilitas olah raga, dan sebuah Campus Center. Di dekat kampus juga terdapat Masjid Salman untuk beribadah dan aktivitas keagamaan umat Islam di ITB. Untuk mendukung pelaksanaan aktivitas akademik dan riset, terdapat fasilitas-fasilitas pendukung akademik, dintaranya Perpustakaan Pusat (dengan koleksi sekira 150.000 buku dan 1000 judul jurnal), Sarana Olah Raga Sasana Budaya Ganesha, Pusat Bahasa, Pusat layanan komputer (ComLabs) dan Observatorium Bosscha (salah satu fasilitas dari Kelompok Keahlian Astronomi FMIPA), terletak 11 kilometer di sebelah utara Bandung. Rektor ITB saat ini adalah Prof. Dr. Akhmaloka untuk periode 2010-2014.
Universitas Airlangga adalah perguruan tinggi negeri yang terdapat di kota Surabaya, Jawa Timur. Kegiatan administrasi Universitas Airlangga dipusatkan di Kantor Manajemen Universitas Airlangga di Kampus C Mulyorejo, Surabaya. Berdiri pada tahun 1954, Unair merupakan salah satu jajaran PTN terkemuka di Indonesia. Saat ini terdapat lebih dari 21.949 mahasiswa terdaftar di Unair. Pada tahun 2009, terdapat 13 fakultas dan program pascasarjana di Unair. Unair adalah termasuk perguruan tinggi papan atas dan bergengsi di Indonesia. Webometrics memposisikan Universitas Airlangga di peringkat ke empat sebagai perguruan tinggi terbaik di Indonesia di tahun 2011 . Webometrics adalah lembaga yang berafiliasi dengan Dewan Riset Nasional Spanyol, yang dua kali dalam setahun mengeluarkan daftar peringkat, yakni pada bulan Januari dan Juli.
Performa Universitas Airlangga sebagai universitas kelas dunia semakin menanjak. Setelah berhasil menduduki posisi 109 dalam 200 Top Asian Universities versi QS pada tahun 2009, maka posisi itu terdongkrak ke ranking 86 yang baru saja diumumkan sebagai hasil penilaian performa tahun 2010. Pada tahun 2010 Universitas Airlangga menduduki posisi ke 3 terbaik universitas di Indonesia setelah Universitas Indonesia (ranking 50 Asia) dan Universitas Gadjah Mada.
5. Universitas Diponegoro
Universitas Diponegoro, lebih dikenal dengan singkatan UNDIP, adalah sebuah universitas di Jawa Tengah, Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 sebagai universitas swasta dan baru mendapat status perguruan tinggi negeri pada 1961. Kata Diponegoro diambil dari pahlawan nasional yang merupakan seorang pangeran dari Jawa Tengah yang mengobarkan semangat kemerdekaan dari tindakan kolonialisme Belanda di awal abad ke-18. Semangat ini turut menginspirasi pendirian UNDIP. Terkait hubungan Indonesia dengan Malaysia yang memanas, pada Agustus 2009, rektor perguruan tinggi Susilo Wibowo menyatakan bahwa Universitas Diponegoro Semarang sudah berhenti menerima pelajar Malaysia bagi tahun akademik 2009-10
Universitas Kristen Petra (UK Petra) merupakan perguruan tinggi swasta nasional di Jawa Timur. Universitas yang berdiri sejak tahun 1961 ini semakin mantap memposisikan diri sebagai perguruan tinggi nasional yang berkualitas dan senantiasa memfokustkan setiap upaya pada pengembangan kualitas pendidikan terbaik. Saat ini UK Petra memiliki mahasiswa sekitar 9.000 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Pendidikan yang diselenggarakan meliputi program Pascasarjana dan Strata 1 (S1) yang terdiri dari enam Fakultas yaitu: Fakultas Sastra, Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan, Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Ekonomi, Fakultas Seni & Desain, serta Fakultas Ilmu Komunikasi. Selain program pendidikan akademik, UK Petra juga menyelenggarakan beberapa program profesional yang memberikan pengetahuan dan ketrampilan praktis bagi para profesional maupun siswa SMA/SMK. Seluruh proses belajar mengajar dan aktivitas penyelenggaraan perguruan tinggi diselenggarakan di area seluas 101.782 m2, berlokasi di jalan Siwalankerto 103-105, 121-131, dan 142-144 Surabaya, yang mudah diakses dengan berbagai sarana transportasi.
7. Universitas Gunadarma
Universitas Gunadarma adalah sebuah perguruan tinggi swasta di Depok, Jawa Barat, Indonesia. Pada tanggal 7 Agustus 1981, sekelompok ahli ilmu komputer di Indonesia mendirikan pusat pendidikan komputer yang berbentuk akademi dengan nama Akademi Sains dan Komputer. Pada tanggal 10 Agustus 1981, kuliah pertama Akademi Sains dan Komputer diikuti oleh 94 orang mahasiswa. Pada tanggal 10 Juli 1984, secara resmi wadah akademi ditingkatkan menjadi sekolah tinggi dengan nama Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma (STKG) yang memiliki 2 arti, yaitu nama arsitek ternama yang membangun Candi Borobudur dan mencerminkan bakti kepada masyarakat dalam wujud guna dan darma. Pada tanggal 9 Maret 1985, diadakan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung kampus baru Sekolah Tinggi Komputer Gunadarma pada areal seluas satu hektar di kawasan Srengseng, Pondok Cina, Depok. Pada tanggal 5 Oktober 1985, status terdaftar diperoleh STMIK Gunadarma melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0424/0/1985 di mana STMIK Gunadarma mengasuh dua jenjang pendidikan, yaitu program pendidikan strata satu (S1) dan diploma (D3). Adapun jurusan yang dimiliki adalah Jurusan Manajemen Informatika dan Teknik Komputer. Pada tanggal 5 Januari 1987, kampus baru STMIK Gunadarma yang terletak di Srengseng, Pondok Cina, Depok diresmikan penggunaannya. Pada tanggal 24 Januari 1987, dilaksanakan wisuda perdana STMIK Gunadarma yang diikuti oleh 10 orang sarjana komputer bertempat di Balai Sidang Senayan, Jakarta. Pada tanggal 10 Mei 1993, STMIK Gunadarma terakreditasi berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 263/DIKTI/Kep/1993 untuk menyelenggarakan program pendidikan pascasarjana di bidang sistem informasi. Pada tanggal 3 April 1996, STMIK dan STIE Gunadarma dikukuhkan menjadi Universitas Gunadarma berdasarkan SK Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 92/Kep/Dikti/1996 dengan menaungi enam fakultas.
8. Universitas Andalas
Universitas Andalas (Unand) adalah perguruan tinggi negeri di Padang, Indonesia, yang berdiri pada 23 Desember 1955. Rektor Universitas Andalas sejak tahun 2006 adalah Prof. Dr. Musliar Kasim.
9. Intitut Teknologi Surabaya
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbesar di Indonesia, yang merupakan pusat unggulan sains dan teknologi di Indonesia. ITS terkenal dengan keunggulan di bidang teknologi perkapalan dan robotika. Saat ini ITS sedang dalam proses untuk mendapatkan international recognition sehingga mulai tahun akademik 2005/2006 ITS tidak hanya menerima lulusan SLTA Indonesia, tapi juga pelajar lulusan luar negeri. Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektare dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2. Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.

10. Universitas negeri Malang
Universitas Negeri Malang (disingkat UM) adalah perguruan tinggi negeri di Malang, Indonesia, yang berdiri pada 18 Oktober 1954. Merupakan perubahan dari IKIP Malang, yang merupakan IKIP tertua di Indonesia. Singkatan resmi dari namanya adalah “UM” yang merupakan akronim dari Universitas Negeri Malang.Rektor UM saat ini adalah Prof. Dr. H. Soeparno untuk masa jabatan 2005-2010.

sumber:http://www.memobee.com/index.php?do=c.myreview&idmw=225

TIPS ANTI GALAU


1. Beribadah dan Berdoa
Kalau menurut guru agama saya: Ketika kita dihadapkan pada suatu keadaan dimana kita tidak bisa memutuskan langkah yang benar maka satu-satunya cara yang paling tepat adalah TALK TO YOUR GOD


2. Jangan Mendengarkan Lagu Berirama Sedih
Salah satu kesalahan terbesar orang yang sedang galau adalah bahwa ketika mereka sedang Galau justru mereka malah dengan sangat JENIUS nya beramai-ramai mendownload lagu lagu berirama sedih. Apa imbasnya ? tentu saja Galau yang tadinya ada di level 1 setelah mendengarkan lagu sedih langsung melonjak ke level 10. hehehe


3. Banyak Bercermin
Bercermin yang saya maksud adalah bercermin dalam arti yang sebenarnya . Coba anda lihat ke cermin. Lihat diri anda disana, lalu Tanya sama diri anda sendiri : “Sejelek itukah diri gue?” anda bisa lihat terus menerus diri anda sendiri sampai anda bisa yakin kalo LO TUH GA SEJELEK ITU DIMATA ORANG-ORANG


4. Pergi Ke Tempat Ramai
Anda suka shopping? Nah kali ini ini hobby anda itu bisa benar benar anda gunakan secara benar. Intinya ketika Galau sedang melanda, jangan sampai kita berdiam diri dalam waktu yang lama apalagi dengan hadirnya sebotol obat nyamuk cair disebelah kita. hhihiih


5. Olahraga
Kita semua tau lah ketika sang galau datang, tubuh pun bawaannya males banget untuk digerakkan. Nah itulah salah satu hal yang makin memperparah keadaan sang galau. Salah satu cara supaya si galau itu hilang adalah OLAHRAGA sambil diiringi lagu dari Indah Dewi Pertiwi yang judulnya GERAKKAN BADANMU


6. Makan Coklat
Cokelat dapat meningkatkan kadar phenylethylamine, semacam antidepressant alamiah yang sangat kuat di dalam otak kita. Hasil penelitian membuktikan bahwa memakan cokelat dapat membantu mengusir rasa sedih hingga 60% dalam waktu 15 menit. Para ahli mengatakan bahwa cokelat menyebabkan perubahan dalam otak seperti rasa bahagia saat jatuh cinta.


7. Bermain Games

Kalau anda orangnya emang bener bener males keluar rumah, coba salah satu cara penghilang galau yang ini : BERMAIN GAMES. Yah gak perlu games games bertema berat, Angry Birds pun cukup lumayan bisa menghilangkan rasa galau yang melanda dan saya yakin sang galau bakalan tergantikan oleh rasa EMOSI ingin membunuh si KING PIG


8. Menonton film atau Acara Komedi
Anda suka nonton? Nah cara ini bisa juga digunakan untuk menghilangkan kegalauan tapi juga harus ingat untuk menonton tontonan bergenre Komedi tentunya dan sangat tidak disarankan untuk menonton Drama Korea karena ane jamin yang ada bukan galau nya ilang malah makin menjadi-jadi


9. Karaokean
Anda hobby nyanyi ? atau justru Galau karena gagal dalam Audisi Menyanyi? hehe.. Ayo ajak teman teman pergi ke tempat Karaoke yang sekarang makin banyak pilihannya. Tentunya dengan satu syarat : TIDAK ADA SATU PUN LAGU SEDIH DI PLAYLIST KARAOKE ANDA


10. Cari Jodoh
Nah cara terakhir sekaligus cara paling ampuh untuk mengusir si galau ini adalah dengan cara MENCARI JODOH. Karena kalau kita urut dari awal cerita, penyebab utama yang paling banyak terjadi dari para Galauers adalah karena mereka tidak memiliki pasangan hidup. Jangan lupa satu hal, iringi proses pencarian jodoh dengan backsound lagu dari Wali yang berjudul Cari Jodoh. hahhaha

SEJARAH ALEXANDER YANG AGUNG

          


          Aleksander III dari Makedonia (20/21 Juli 356 – 10/11 Juni 323 SM), lebih dikenal sebagai Aleksander Agung (bahasa Yunani: Μέγας Ἀλέξανδρος, Mégas Aléxandros) atau Iskandar Agung, adalah raja Kekaisaran Makedonia (bahasa Yunani: Βασιλεύς Μακεδόνων), sebuah negara di daerah timur laut Yunani. Pada usia tiga puluh tahun, dia memimpin sebuah kekaisaran terbesar pada masa sejarah kuno, membentang mulai dari Laut Ionia sampai pegunungan Himalaya. Dia tidak pernah terkalahkan dalam pertempuran dan dianggap sebagai komandan perang terhebat sepanjang masa.[1] Aleksander lahir di Pella pada 356 SM dan merupakan murid seorang filsuf terkenal, Aristoteles. Pada tahun 336 SM Aleksander menggantikan ayahnya, Filipus II dari Makedonia, sebagai pemimpin Makedonia setelah ayahnya dibunuh oleh pembunuh gelap. Filipus sendiri telah menaklukan sebagian besar negara-kota di daratan utama Yunani ke dalam hegemoni Makedonia, melalui militer dan diplomasi.
          Setelah kematian Filipus, Aleksander mewarisi kerajaan yang kuat dan pasukan yang berpengalaman. Dia berhasil mengukuhkan kekuasaan Makedonia di Yunani, dan setelah otoritasnya di Yunani stabil, dia melancarkan rencana militer untuk ekspansi yang tak sempat diselesaikan oleh ayahnya. Pada tahun 334 SM dia menginvasi daerah kekuasaan Persia di Asia Minor dan memulai serangkaian kampanye militer yang berlangsung selama sepuluh tahun. Aleksander mengalahkan Persia dalam sejumlah pertempuran yang menentukan, yang paling terkenal antara lain Pertempuran Issus dan Pertempuran Gaugamela. Aleksander lalu menggulingkan kekuasaan raja Persia, Darius III, dan menaklukan keseluruhan Kekasiaran Persia (Kekasiaran Akhemeniyah).i[›] Kekaisaran Makedonia kini membentang mulai dari Laut Adriatik sampai Sungai Indus.
          Karena berkeinginan mencapai "ujung dunia", Aleksander pun menginvasi India pada tahun 326 SM, namun terpaksa mundur karena pasukannya nyaris memberontak. Aleksander meninggal dunia di Babilonia pada 323 SM, tanpa sempat melaksanan rencana invasi ke Arabia. Setelah kematian Aleksander, meletuslah serangkaian perang saudara yang memecah-belah keksaisarannya menjadi empat negara yang dipimpin oleh Diadokhoi, para jenderal Aleksander. Meskipun terkenal karena penaklukannya, peninggalan Aleksander yang bertahan paling lama bukanlah pemerintahannya, melanikan difusi budaya yang terjadi berkat penaklukannya.
          Berkat penaklukan Aleksander, muncul koloni-koloni Yunani di daerah timut yang berujung pada munculnya budaya baru, yaitu perpaduaan kebudayaan Yunani, Mediterrania, Mesir, dan Persia yang disebut dengan Peradaban Hellenis atau Hellenisme. Aspek-aspek Hellenis tetap ada dalam tradisi Kekaisaran Bizantium sampai pertengahan abad 15. Pengaruh Hellenisme ini bahkan sampai ke India dan Cina. Khusus di Cina, pengaruh kebudayaan ini dapat ditelusuri di antaranya dengan artefak yang ditemukan di Tunhuang. Aleksander menjadi legenda sebagai pahlawan klasik dan diasosiasikan dengan karakteristik Akhilles. Aleksander juga muncul dalam sejarah dan mitos-mitos di Yunani maupun di luar Yunani. Aleksander menjadi pembanding bagi para jenderal bahkan hingga saat ini, dan banyak Akademi militer di seluruh dunia yang mangajarkan siasat-siasat pertempurannya.
          Aleksander selama ekspansinya juga mendirikan beberapa kota yang semuanya dinamai berdasarkan namanya, seperti Aleksandria atau Aleksandropolis. Salah satu dari kota bernama Aleksandria yang berada di Mesir, kelak menjadi terkenal karena perpustakaannya yang lengkap dan bertahan hingga seribu tahun lamanya serta berkembang menjadi pusat pembelajaran terhebat di dunia pada masa itu.
           Walaupun hanya memerintah selama 13 tahun, semasa kepemimpinannya ia mampu membangun sebuah imperium yang lebih besar dari setiap imperium yang pernah ada sebelumnya. Pada saat ia meninggal, luas wilayah yang diperintah Aleksander berukuran 50 kali lebih besar daripada yang diwariskan kepadanya serta mencakup tiga benua (Eropa, Afrika, dan Asia). Gelar yang Agung atau Agung di belakang namanya diberikan karena kehebatannya sebagai seorang raja dan pemimpin perang lain serta keberhasilanya menaklukkan wilayah yang sangat luas.

Kehidupan awal

Kelahiran

          Aleksander dilahirkan pada tanggal 20 (atau 21) Juli 356 SM, di Pella, ibukota Kekaisaran Makedonia di Yunani Kuno. Dia terlahir sebagai putra Filipus II, Raja Makedonia. Ibunya adalah istri keempat Filipus, Olympias, putri Neoptolemos I, raja Epiros. Meskipun Filipus memiliki tujuh atau delapan istri ketika itu, namun Olympias adalah istrinya yang paling utama, barangkali karena dia yang melahirkan Aleksander.
          Sebagai anggota dinasti Argead, Aleksander mengklaim diri sebagai keturunan Herakles melalui Karanos dari Makedonia. Dari pihak ibunya dan Aiakid, dia mengklaim diri sebagai keturunan Neoptelemos, putra Akhilles. Keponakan kedua Aleksander adalah jenderal Pyrrhos dari Epiros, yang oleh Hannibal dianggap sebagai komandan sehebat Aleksander atau kedua terhebat setelah Aleksander.
          Menurut biografer Yunani kuno, Plutarch, Olympias, pada malam pernikahannya dengan Filipus, bermimpi bahwa rahimnya disambar petir, yang memicu semburan api yang menyebar sampai "jauh dan luas" sebelum padam. Beberapa waktu sebelum pernikahan, dikatakan bahwa Filipus bermimpi melihat dirinya menyegel rahim istrinya dengan menggunakan segel berukir singa. Plutarch mengajukan sejumlah penafsiran tentang mimpi-mimpi itu: bahwa Olympia telah hamil sebelum menikah, ditunjukkan dengan penyegelan rahimnya; atau bahwa ayah Aleksander adalah Zeus. Para sejarawan ada yang berpendapat bahwa Olympias yang ambisius membesar-besarkan cerita mengenai silsilah dewa Aleksander, yang lain berpendapat Olympias memberitahu Aleksander.
          Pada hari kelahiran Aleksander, Filipus sedang bersiap-siap untuk mengepung kota Potidea di semenanjung Chalcidike. Pada hari yang sama, Filipus mendapat kabar bahwa jenderalnya Parmenion telah mengalahkan pasukan gabungan Illyria dan Paionia, dan bahwa kuda-kudanya telah memenangkan Olimpiade. Dikatakan pula bahwa pada hari itu, Kuil Artemis di Ephesos—salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno-terbakar. Hegesias dari Magnesia berkata bahwa kuil itu terbakar karena dewi Artemis menghadiri kelahiran Aleksander.

Masa anak-anak

          Pada usia-usia awal, Aleksander diasuh oleh susternya, Lanike, saudari Kleitos si Hitam, calon sahabat dan jenderal Aleksander pada masa depan. Pada masa anak-anak, Aleksander belajar pada Leonidas yang disiplin, seorang kerabat ibunya. Aleksander juga berguru pada Lysimakhos. Aleksander dbesarkan sebagai bangsawa muda Makedonia, dia belajar membaca, bermain lira, bertarung, dan berburu.
          Ketika Aleksander berusia sepuluh tahun, seorang pedagang kuda dari Thessalia menawarkan seekor kuda pada Filipus. Kuda tersebut diberi harga senilai tiga belas talen. Kuda itu tidak mau ditunggangi oleh siapapun, dan Filipus memerintahkannya untuk dibawa pergi. Akan tetapi, Aleksander berkata bahwa rasa takut kuda itu adalah bayangannya sendiri dan meminta kesempatan untuk memunggangi kuda itu. Aleksander berhasil melakukannya. Menurut Plutarch, Filipus, yang merasa sangat senang melihat keberanian dan ambisi Aleksander, langsung mencium putranya itu dan menyatakan: "Putraku, kau harus menemukan kerajaan yang cukup besar untuk ambisimu. Makedonia terlalu kecil untukmu". Setelah itu Filipus membelikan kuda itu untuk Aleksander. Aleksander menamai kuda itu Bukephalas, bermakna "kepala lembu". Bukephalas akan menjadi teman perjalanan Aleksander dalam penaklukannya sampai ke India. Ketika Bukephalas mati (akibat usia tua, menurut Plutarch, karena sudah berusia tiga puluh tahun), Aleksander menamai sebuah kota sesuai nama kudanya (Bukephala).

Masa remaja dan pendidikan


Aristoteles sedang mengajari Aleksander.
           Ketika Aleksander menginjak usia tiga belas tahun, dia membutuhkan pendidikan yang lebih tinggi, maka dia pun mencari tutor. Beberapa calon tutornya antara lain Isokrates dan Speusippos, penerus Plato di Akademi Plato. Pada akhirnya, Filipus menawarkan pekerjaan itu pada Aristoteles, yang menerimanya. Filipus memberikan Kuil Para Nimfa di Mieza sebagai ruang belajar mereka. Sebagai imbalan atas pengajarannya, Filipus bersedia untuk membangun kembali kampung halaman Aristoteles di Stageira, yang pernah dihancurkan olehnya. Filipus merepopulasi kota itu dengan cara membeli dan memerdekakan para bekas warga yang sempat menjadi budak, atau dengan mengampuni para warga yang berada di pengasingan.
         Mieza menjadi sekolah asrama bagi Aleksander dan anak-anak bangsawan Makedonia lainnya, misalnya, Ptolemaios, Hephaistion, dan Kassandros. Banyak murid di sana yang belajar bersama Aleksander kelak menjadi sahabat dan jenderalnya, atau yang lebih sering disebut sebagai 'Rekan'. Di Mieza, Aristoteles mengajari Aleksander dan kawan-kawannya pengobatan, moral, filsafat, agama, logika, dan seni. Berkat ajaran Aristoteles, Aleksander menjadi berminat pada karya-karya Homeros, terutama Iliad. Aristoteles memberi satu salinan Iliad pada Aleksander, yang selalu dibawanya dalam kampanye militernya.

Ahli waris Filipus

Awal karier dan bangkitnya Makedonia

Patung kepala Filipus II dari Makedonia, ayah Aleksander.
Ketika Aleksander menginjak usia enam belas tahun, masa belajarnya pada Aristoteles selesai. Filipus, sang raja, berangkat untuk berperang melawan Byzantion, dan Aleksander ditugaskan untuk mengurus kerajaan. Selama Filipus pergi, suku Maedi Thrakia memberontak menentang kekuasaan Makedonia. Aleksander merespon dengan cepat, dia meredam pemberontakan suku Maedi, mengusir mereka dari wilayah mereka, mengisinya dengan orang-orang Yunani, dan mendirikan kota yang dia namai Alexandropolis.
Setelah Filipus kembali dari Byzantion, dia memberi Aleksander sejumlah kecil pasukan dan mengutusnya untuk mnghentikan suatu pemberontakan di Thrakia selatan. Dalam kampanye lainnya melawa kota Perinthos di Yunani, Aleksander disebutkan menyelamatkan nyawa ayahnya. Sementara itu, kota Amphissa mulai mengolah tanah yang dikeramatkan untuk Apollo di dekat Delphi, suatu pelanggaran yang memberi kesempatan bagi Filipus untuk ikut campur lebih jauh dalam urusan Yunani. Masih berada di Thrakia, Filipus menyuruh Aleksander untuk mulai menghimpun pasukan untuk kampanye di Yunani. Sadar dengan adanya kemungkinan negara-negara Yunani lainnya untuk ikut campur, Aleksander memperlihatkan seolah-olah dia hendak menyerang Illyria. Dalam kekisruhan ini, Illyria mengambil kesempatan untuk menginvasi Makedonia, namun Aleksander berhasil menghalau para penyerang itu.
          Pasukan Filipus bergabung dengan Aleksander pada tahun 338 SM, dan mereka bergerak ke selatan menuju Thermopylai, yang mereka lakukan setelah menghadapi perlawanan yang keras kepala dari orang-orang Thebes yang menghuninya. Mereka pergi untuk menduduki kota Elateia, berjarak beberapa hari dari kota Athena dan Thebes. Sementara itu, rakyat Athena, dipimpin oleh Demosthenes, memilih untuk bersekutu dengan Thebes dalam perang melawan Makedonia. Baik Athena dan Filipus kemudian mengirim utusan untuk memperoleh keberpihakan Thebes, dan yang berhasil melakukannya adalah Athena. Filipus bergerak menuju Amphissa (secara teoretis beraksi atas permintaan Liga Amphikyton), menangkap tentara bayaran yang dikirim ke sana oleh Demosthenes, dan menerima penyerahan kota itu. Lalu Filipus kembali ke Elateia dan mengirim penawaran perdamaian untuk yang terakhir kalinya pada Athena dan Thebes, yang berujung pada penolakan kedua kota itu.


Patung Aleksander di Museum Arkeologi Istanbul.
          Ketika Filipus sedang bergerak ke selatan, dia dihalangi di dekat Khaironeia, Boiotia oleh pasukan Athena dan Thebes. Dalam pertempuran tersebut, Filipus memimpin sayap kanan, dan Aleksander memimpin sayap kiri dengan ditemani oleh para jenderal Filipus yang terpercaya. Berdasarkan sumber-sumber kuno, dua pihak itu bertempur dengan sengit cukup lama. Filipus lalu memerintahkan pasukan di sayap kanan untuk mundur dan memancing hoplite-hoplite Athena supaya mengikutinya dan meninggalkan barisan mereka. Di sayap kiri, Aleksander adalah orang pertama yang berhasil menerobos barisan Thebes, diikuti oleh para jenderal Filipus. Setelah memperoleh terobosan, Filipus memerintahkan pasukannya untuk menekan ke depan dan mengepung musuh. Dengan mundurnya pasukan Athena, pasukan Thebes pun mesti bertempur sendiri; dikeliling oleh musuh, pasukan Thebes pun dikalahkan.
           Setelah menang di Khaironeia, Filipus dan Aleksander bergerak tak terhalangi menuju Peloponnesos dan diterima oleh semua kota; namun ketika mereka tiba di Sparta, mereka ditolak dan mereka pun pergi. Di Korinthos, Filipus mendirikan "Aliansi Hellen" (didasarkan pada aliansi anti-Persia dalam Perang Yunani-Persia), dan Filipus diangkat sebagai Hegemon ('Pemimpin Tertinggi') dalam perkumpulan ini, yang oleh para sejarawan modern disebut sebagai Liga Korinthos. Filipus lalu mengumumkan rencananya untuk memimpin perang pembalasan melawan Kekaisaran Akhemeniyah.

Perselisihan

Setelah kembali ke Pella, Filipus jatuh cinta pada Kleopatra Euridike, keponakan salah satu jenderalnya, Attalos. Pernikahan ini membuat posisi Aleksander terhadap tahta menjadi rawan, karena jika Kleopatra Euridike melahirkan seorang putra, maka putra tersebut akan menjadi ahli waris yang sepenuhnya keturunan Makedonia, sedangkan Aleksander hanya separuh berdarah Makedonia. Pada pesta pernikahan, Attalos yang mabuk berdoa pada para dewa semoga pernikahan itu akan menghasilkan ahli waris yang sah untuk tahta Makedonia.
Pada pesta pernikahan Kleopatra, yang dicintai dan dinikahi oleh Filipus, dia (Kelopatra) terlalu muda untuknya, pamannya Attalos dalam mabuknya meminta rakyat Makedonia untuk memohon pada para dewa supaya memberi pewaris yang sah untuk kerajaan melalui keponakannya. Ini membuat Aleksander sangat marah, sehingga dia melempar gelasnya ke kepalanya, "Kau bajingan." katanya, "Apa, lalu aku pewaris yang tidak sah?" Kemudian Filipus bangkit dan hendak berlari pada putranya; namun entah karena keberuntungan, atau karena Filipus terlalau marah, atau karena terlalu mabuk, Filipus terjatuh ke lantai. Aleksander mencelanya, "Lihat itu." katanya, "pria yang bersiap untuk menyeberangi Eropa menuju Asia, terjatuh hanya ketika hendak berpindah kursi.
 ”


Pergi dan kembali

          Aleksander kabur dari Makedonia bersama ibunya, yang dia titipkan di saudara ibunya di Dodona, ibukota Epiros. Aleksander sendiri terus pergi ke Illyria, di sana ia meminta suaka pada raja Illyria dan diperlakukan sebagai tamu oleh rakyat Illyria meskipun Aleksander pernah mengalahkan Illyria dalam pertempuran beberapa tahun sebelumnya. Namun, Filipus masih ingin mengakui Aleksander sebagai putranya, sehingga Aleksander kembali ke Makedonia setelah enam bulan kabur. Dia kembali berkat sahabat keluarganya, Demaratos dari Korinthos, yang melakukan mediasi antara kedua belah pihak.
          Setahun kemudian, satrap (gubernur) Persia di Karia, Pixodaros, menawarkan putri sulungnya pada saudara tiri Aleksander, Filipus Arrhidaios. Olympias dan beberapa sahabat Aleksander menduga bahwa tindakan itu menunjukkan Filipus berniat mengangkat Arrhidaios sebagai ahli warisnya. Aleksander bereaksi dengan mengirim seorang aktor, Thessalos dari Korinthos, untuk memberitahu Pixodaros bahwa dia seharusnya tidak menawarkan putrinya pada putra raja yang tidak sah, melainkan pada Aleksander. Ketika Filipus mengetahui ini, dia menghentikan negosiasi dan memarahi Aleksander yang ingin menikahi putri orang Karia. Filipus menjelaskan bahwa dia ingin perempuan yang lebih baik untuk Aleksander.  Filipus lalu mengasingkan empat kawan Aleksander, yaitu Harpalos, Neiarkhos, Ptolemaios dan Erigyios. Sedangan Thessalos dibawa ke hadapan Filipus dalam keadaan dirantai.

Raja Makedonia

Naik tahta


Kekaisaran Makedonia pada tahun 336 SM.
          Pada tahun 336 SM, Filipus sedang berada di Aigai, menghadiri pernikahan putrinya, Kleopatra, yang menikah dengan saudara Olympia, Aleksander I dari Epiros. Di sana Filipus dibunuh oleh pemimpin pasukan pengawalnya sendiri, Pausanias. Ketika Pausanias mencoba kabur, dia tersandung tanaman anggur sehingga dapat dibunuh oleh para pengejarnya, yang meliputi dua rekan Aleksander, Perdikkas dan Leonnatos. Aleksander dengan demikian diangkat sebagai raja oleh pasukan Makedonia dan bangsawan Makedonia. Dia berusia dua puluh tahun ketika menjadi raja.

Konsolidasi kekuasaan

          Aleksander memulai masa pemerintahannya dengan menyingkirkan orang-orang yang menurutnya berpotensi mengancam tahtanya. Dia menghukum mati sepupunya, Amyntas IV,  dan juga membunuh dua pangeran Makedonia dari daerah Lynkestis, sedangkan pangeran ketiga, yaitu Aleksander Lynkestes, diampuni. Sementara itu Olympias, ibu Aleksander, memerintahkan bahwa Kleopatra Euridike dan putrinya, Europa, dikubur hidup-hidup. Ketika Aleksander tahu tentang hal itu, dia marah pada ibunya. Aleksander juga memerintahkan bahwa Attalos harus dibunuh. Attalos sendiri saat itu menjabat sebagai komandan pasukan di Asia Minor. Attalos sempat berkorespondensi dengan Demosthenes, mengenai kemungkinannya untuk kabur ke Athena. Terlepas dari apakah Attalos benar-benar berniat ke Athena atau tidak, dia sudah membuat Aleksander marah. Selain itu, setelah mengetahui bahwa putri dan cucu Attalos mati, Aleksander merasa bahwa Attalos terlalu berbahaya untuk dibiarkan hidup. Aleksander membiarkan Arrhidaios hidup. Arrhidaios disebutkan menderita cacat mental, kemungkinan akibat diracun oleh Olympias.
          Kabar kematian Filipus memicu banyak kota memberontak, termasuk Thebes, Athena, Thessalia, dan suku-suku Thrakia di utara Makedonia. Ketika kabar pemberontakan di Yunani diketahui oleh Aleksander, dia merespon dengan cepat. Meskipun para penasehatnya menyarankannya untuk mempergunakan diplomasi, namun Aleksander memutuskan untuk mengumpulkan 3000 tentara kavaleri dan bergerak menuju Thessalia, daerah tetangga Makedonia di sebeah selatan, Di sana dia mengetahui bahwa pasukan Thessalia telah menempati jalan di antara Gunung Olimpus dan Gunung Ossa. Aleksander lalu menyuruh pasukannya menaiki Gunung Ossa. Ketika pasukan Thessalia terbangun, mereka melihat bahwa pasukan Aleksander telah berada di sisi belakang mereka. Pasukan Thessalia pun menyerah dan pasukan kavaleri Aleksander bertambah dengan masuknya pasukan Thessalia. Aleksander lalu bergerak menuju Peloponnesos.
          Aleksander berhenti sejenak di Thermopylae, di sana dia diakui sebagai pemimpin Liga Amphiktyon. Kemudian dia bergerak ke selatan ke Korinthos. Kota Athena memohon perdamaian dan Aleksander mengampuni Athena. Dia juga mengampuni semua orang yang terlibat dalam pemberontakan. Di Korinthos, terjadi peristiwa terkenal, yaitu pertemuannya dengan Diogenes Sang Kynis, yang memintanya untuk menyingkir sedikit karena dia menghalangi matahari. Di sana juga Aleksander diberikan gelar Hegemon, dan seperti halnya Filipus, Aleksander juga diangkat sebagai komandan dalam perang yang akan dilaksanakan melawan Persia. Ketika sedang berada di Korinthos, Aleksander mendengar berita bahwa suku Thrakia memberontak di utara.

Kampanye Balkan

          Sebelum menyerang ke Asia, Aleksander ingin mengamankan perbatasan utaranya; dan, pada musim semi tahun 335 SM, dia berhasil menghentikan beberapa pemberontakan. Mulai dari Amphipolis, dia pertama-tama bergerak ke timur ke negara-negara "Suku-suku Thrakia Merdeka"; dan di Gunung Haimos, pasukan Makedonia menyerang dan mengalahkan pasukan Thrakia. Pasukan Makedonia berarak menuju negara Triballi, dan berhasil mengalahkan pasukan Triballi di dekat sungai Lyginos (anak sungai Danube). Aleksander kemudian melaju selama tiga hari ke Danube, menghadapi suku Getai di seberang sungai. Dia mengejutkan pasukan Getai dengan menyeberangi sungai pada malam hari. Dia berhasil memaksa pasukan Getai menyerah setelah meletusnya pertempuran kecil. Pasukan Getai mundur dan meninggalkan kota-kota mereka pada pasukan Makedonia. Kemudian terdengar berita bahwa Kleitos, Raja Illyria, dan Raja Glaukias dari Taulanti secara terbuka memberontak melawan otoritas Makedonia. Bergerak ke barat menuju Illyria, Aleksander mengalahkan semua pemberontak itu dan memaksan Kleitos dan Glaukias untuk melarikan diri bersama pasukan mereka. Dengan demikian, perbatasan utara Aleksander pun aman.
          Ketika sedang sukses dalam kampanyenya di utara, ternyata Thebes dan Athena sekali lagi memberontak. Aleksander dengan segera menyelesaikan kampanye di utara dan bergegas ke selatan bersama pasukannya. Kota-kota lainnya ragu-ragu, namun Thebes memutuskan untuk memberontak dengan mengerahkan seluruh kekuatannya. Akan tetapi perlawanan itu terbukti tidak efektif. Aleksander sangat marah pada Thebes. Dia membunuhi banyak tentara Thebes, meluluhlantakan kota itu sampai hancur, menjual penduduknya sebagai budak, dan membagi-bagi wilayah Thebes ke kota-kota Boiotia di sekitarnya. Setelah mendengar berita tentang musnahnya kota Thebes, Athena pun menyerah pada Aleksander. Dengan demikian, seluruh Yunani sudah berada di bawah kekuasaan Aleksander. Setelah Yunani aman, Aleksander pun melaksanakan kampanyenya di Asia. Dia menugaskan Antipatros untuk mengurus Makedonia.

 sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Aleksander_Agung

TELEMATIKA

TELEMATIKA

* Peranan telematika dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang pendidikan.


Peranan Telematika dalam kehidupan sehari hari khususnya dalam bidang pendidikan salah satunya perkembangan belajar berbasis online yang dapat diakses melalui media internet berbasis web atau situs. Dengan metode ini murid dan guru atau dosen tidak harus belajar secara bertatap muka secara langsung tetapi dengan metode Home Schooling yang bisa dilakukan kapan saja oleh si murid dengan pengaksesan belajar melalui internet. Dan pada saat ini hampir semua sekolah maupun kampus sudah mempunyai website yang menyediakan modul-modul belajar, bahan kuliah, dan hasil penelitian. Dan terdapat peranan telematika di bidang pendidikan lainnya, yaitu :
a) Perpustakaan Elektronik
b) Surat Elektronik (email)
c) Ensiklopedia
d) Sistem Distribusi Bahan Secara Elektronis ( digital )
e) Tele-edukasi dan Latihan Jarak Jauh dalam Cyber System
f) Pengelolaan Sistem Informasi
g) Video Teleconference

* Manfaat dan dampak negatif dari telematika.

# Manfaat:
a) di bidang transportasi, menyediakan jasa panduan jalan, solusi anti kemacetan, penghematan transportasi dan bahan bakar.
b) di bidang pendidikan, memudahkan pelajar untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dalam bidang studi masing-masing serta konsep pembelajaran yang tersebar secara merata ke seluruh daerah.
c) di bidang pemerintahan, menyediakan layanan yang lebih baik untuk masyarakat luas melalui e-goverment
d) di bidang ekonomi, perkembangan telematika membuka lapangan kerja baru, dibutuhkan human resources yang mumpuni untuk mengelola sebuah sistem yang baik, menekan biaya pemasaran pada perusahaan-perusahaan.
e) Membuat pertukaran data menjadi lebih cepat.

# Dampak Negatif
a) memberi peluang kejahatan, terutama kejahatan cyber cryme, penyusupan pada sistem, penyelundupan narkoba.
b) kesalahan data yang diterima dapat berakibat sangat fatal, oleh karenanya sebelum data disebar luaskan, maka data-data tersebut harus diverifikasi.
c) Memberi efek kecanduan dan malas dari internet dan game
d) Menjadikan seseorang yang tidak dapat bersosialisasi
  
* Media komunikasi yang digunakan untuk telematika.

# Media Telematika diantaranya,
a) Handphone
b) Internet
c) Video Conference
d) GPS
e) Game

* Perkembangan telematika sebelum dan sesudah internet muncul.

# Perkembangan Telematika diIndonesia sebelum internet muncul
1. Periode Rintisan (berlangsung pada akhir tahun 1970an – akhir tahun 1980an)
Pada periode rintisan ini penggunaan telematika sangat terbatas. Pada periode ini, masa dimana beberapa orang Indonesia belajar menggunakan telematika atau minimal mengetahuinya. Tahun 1980-an teleconference terjadwal hampir sebulan sekali di TVRI (Televisi Republik Indonesia) yang menyajikan dialog interaktif antara Presiden Suharto di Jakarta dengan para petani di luar jakarta, bahkan di luar pulau Jawa.

2. Periode Pengenalan (berlangsung tahun 1980an)
Jaringan radio amatir yang jangkauannya sampai ke luar negeri marak pada awal tahun 1990. hal ini juga merupakan efek kreativitas anak muda ketika itu, setelah dipinggirkan dari panggung politik, yang kemudian disediakan wadah baru dan dikenal sebagai Karang Taruna. Pada sisi lain, milis yang mulai digagas sejak tahun 1980-an, terus berkembang.

# Perkembangan Telematika diIndonesia setelah internet muncul
1. Periode Pengenalan Telematika
Internet masuk ke Indonesia pada tahun 1994, dan milis adalah salah satu bagian dari sebuah web. Penggunanya tidak terbatas pada kalangan akademisi, akan tetapi sampai ke meja kantor. ISP (Internet Service Provider) pertama di Indonesia adalah IPTEKnet, dan dalam tahun yang sama, beroperasi ISP komersil
pertama, yaitu INDOnet. Dua tahun keterbukaan informasi ini, salahsatu dampaknya adalah mendorong kesadaran politik dan usaha dagang. Hal ini juga didukung dengan hadirnya televise swasta nasional, seperti RCTI (Rajawali Citra Televisi) dan SCTV (Surya Citra Televisi) pada tahun 1995-1996. Teknologi telematika, seperti computer, internet, pager, handphone, teleconference, siaran radio dan televise internasional – tv kabel Indonesia, mulai dikenal oleh masyarakat Indonesia.

2. Periode Aplikasi
Pada periode ini, teknologi mobile phone begitu cepat pertumbuhannya. Bukan hanya dimiliki oleh hampir seluruh lapisan masyarakat Indonesia, fungsi yang ditawarkan terbilang canggih. Muatannya antara 1 Gigabyte, dapat berkoneksi dengan internet juga stasiun televise, dan teleconference melalui 3G. Teknologi computer demikian, kini hadir dengan skala tera (1000 Gigabyte), multi processor, multislot memory, dan jaringan internet berfasilitas wireless access point. Bahkan, pada café dan kampus tertentu, internet dapat diakses dengan mudah, dan gratis.

Referensi
http://www.gudangmateri.com/2010/08/perkembangan-telematika-di-indonesia.html
http://freezcha.wordpress.com/2010/10/12/perkembangan-telematika/
http://blog.pasca.gunadarma.ac.id/2012/06/22/telematika-dalam-dunia-teknologi-informasi-dan- .penerapannya-di-e-commerce-dan-lainnya/

Senin, 21 Mei 2012

RESENSI NOVEL BREAKING DAWN


Judul                                        : Breaking Dawn ( Awal Yang Baru )

Pengarang                                : Stephanie Meyer

Penerbit                                   : PT.Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit                             : 2009

Jumlah halaman                        : 864 halaman

Jenis buku                                : Novel Remaja







Sampul Buku:

Sampul novel ini cukup menarik. Pilihan warnanya tepat, sehingga dapat menggambarkan arti dalam novel ini. Terdapat gambar seorang wanita yang dilatar belakangi oleh suasana matahari terbit dan pepohonan. Dimana gambar tersebut dapat menjelaskan perasaan dari para tokohnya. Latar sampul seperti suasana ketika matahari terbit dipagi hari. Judul ditulis dibagian atas gambar matahari terbit. Pengarang buku ditulis dibagian bawah.


Isi buku:

Mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan. Tapi jika pengorbanan itu memang diperlukan, kau pun tak punya pilihan untuk menghindarinya. Jika pengorbanan itu adalah menyangkut nyawamu, akankah kau mau melakukannya?

Bella Swan adalah seorang remaja muda, memiliki pemikiran yang cukup dewasa. Bagi Bella mencintai dan dicintai oleh vampir bernama edward merupakan hal yang mustahil dan tak akan pernah terjadi. Tetapi ketika cinta itu datang dalam hati Bella, meski sulit untuk ditolak dan diterima dalam dunia nyata, ia tetap mencintai edward yang kini telah menjadi separuh jiwanya. Tetapi disisi lain hubungannya dengan Jacob Black sang werewolf membawanya kedalam suatu permasalahan yang harus dapat ia selesaikan, mengenai perasaan hatinya yang sebenarnya.

Dimana ia harus memlih salah satu diantara dua pilihan. Mengenai hubungannya dengan Edward adalah sebuah masa depan yang indah, hubungannya dengan Jacob hubungan yang terjalin erat dan saling membutuhkan. Disisi lain Jacob tahu akan keputusan apa yang akan dipilih Bella. Lalu sanggupkah Jacob meninggalkan Bella? Sanggupkah ia mengatakan tidak pada Bella? Apakah masalah besar yang akan terjadi selanjutnya dikehidupan Bella?

Dalam buku ketiga, Eclipse, Edward memberikan syarat bahwa Bella harus menikah dulu dengan dirinya jika ingin Edward yang membuat dia berubah menjadi vampir. Akhirnya dalam buku keempat Breaking Dawn ini Bella resmi menikah dengan Edward dan berbulan madu di sebuah pulau terpencil di negara Brasil. Yang kemudian diikuti dengan berita bahagia bahwa Bella hamil, namun tidak bagi Edwad karena dirinya mendorong Bella untuk menggugurkan kandungannya.

Dalam waktu hanya sebulan sejak kehamilannya, Bella melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Renesmee. Setelah proses melahirkan inilah akhirnya Bella bertransformasi menjadi vampir dikarenakan Bella mengalami kekurangan banyak darah saat itu dan Edward memutuskan “inilah saatnya”. Sementara Jacob yang ikut hadir dalam proses persalinan, tiba-tiba mengalami imprint terhadap Renesmee dan menyatakan telah menemukan soulmate-nya kini.

Sementara disisi lain, ada seorang vampir bernama Irina yang merupakan komplotan TANYA, menduga bahwa Renesmee adalah seorang bayi abadi, bayi yang berubah menjadi vampir. Sementara dalam undang-undang dikeluarga Volturi (penguasa vampir), bahwa kehadiran bayi abadi dinyatakan tidak sah dan harus dimusnahkan karena akan mengancam kerahasiaan kehidupan vampir dimuka bumi yang telah dijaga selama ini. Intinya, Jacob dan Renesmee beserta keluaraga cullen berusaha memberi bukti kepada keluarga Volturi bahwa Renesmee bukanlah bayi abadi!

Kelebihan:

Banyak hal yang menarik yang diceritakan dalam novel ini. Kisah cinta yang tulus, cinta sejati dan romantis. Berbagai karakter tokoh digambarkan dalam novel tersebut. Dimana setiap tokoh masing-masing mempunyai peran dan bakat kelebihan yang unik. Cerita novel ini berkaitan dan bagus. Suasana yang digambarkan dalam novel ini jelas, sehingga para pembaca dapat dengan mudah berimajinasi melalui cerita yang dikisahkan.

Kekurangan:

Dalam novel ini tidak diceritakan sudut pandang tokoh Edward.

Kesimpulan:

Dalam cerita novel Breaking Dawn, dapat disimpulkan bahwa mencintai memang membutuhkan sebuah pengorbanan yang tidak punya pilihan untuk dihindari walaupun menyangkut nyawa.

Biografi Penulis:

Stephanie Meyer terlahir dengan nama Stephanie Morgan pada 24 Desember 1973. Meyer adalah seorang penulis dari Amerika. Meyer mulai melambung menulis novel laris, TWILIGHT pada 2005. Novel ini menjadi populer, bahkan telah diterjemahkan hingga 37 bahasa lain dan telah terjual lebih dari 40 juta copy diseluruh dunia. Berkat TWILIGHT, Meyer mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya dari New York Times sebagai Editor’s Choice, Amazon.com sebagai Best Book of The Decade...So Far. Novel laris ini akhirnya diadaptasi menjadi sebuah film. Dibintangi Robert Pattinson dan Kristen Stewart, film yang tidak diproduksi oleh major label Hollywood menjadi film box ofice.

Melihat kesuksesan buku pertama dari serial vampire ini, Meyer melanjutkan hingga tiga buku lainnya, NEW MOON (2006), ECLIPSE (2007) dan BREAKING DOWN (2008). Hanya butuh waktu satu minggu sejak peluncurannya, buku NEW MOON berhasil berada dinomor 5 chart New York Time Best Seller. Selain serial laris TWILIGHT, Meyer juga menulis buku lainnya, seperti PROM NIGHTS FROM HELL (2007) serta THE HOST (2008).

Minggu, 20 Mei 2012

RESENSI BUKU NEGARA PARIPURNA

Informasi Dasar Buku
 Judul : Negara Paripurna, Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas
Penulis : Yudi Latif
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2011
Tebal : 665 halaman
ISBN : 978-979-22-6947-5

 Membaca karya Yudi Latif ini, berjudul Negara Paripurna, Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila, serasa menyelami telaga bening. Semuanya begitu jernih terlihat. Menemukan butiran mutiara masa lalu yang begitu berharga. Begitu selesai, lalu tiba-tiba batin berbisik lirih: Indonesia ternyata luar biasa!

 Jazirah nusantara yang kondang dengan aneka sebutan (semisal Zamrud Katulistiwa versi Multatuli, atau sepotong surga yang terlempar ke bumi versi puisi Sapardi Djoko Damono) ternyata bukan hanya memiliki keelokan fisik dan kekayaan alam. Tapi juga kandungan sejarah, kekuatan nilai, dan gagasan-gagasan orisinal.

 Di bumi tempat kita berpijak ini juga terletak warisan ideologi yang menjadi alat perekat, yaitu Pancasila. Tetapi memang selalu terjadi: bahwa hanya ikan mahluk terakhir yang menyadari betapa pentingnya air laut! Manusia Indonesia pun begitu. Mengabaikan makna penting Pancasila. Menjadikannya sebagai “sesuatu” yang biasa-biasa saja. Dan akan tersadar tentang arti penting dasar negara kita itu, di saat segalanya menjelang runtuh…

 Mimpi besar menjadikan Indonesia digdaya, tergerus aneka konflik dan keruwetan di sana-sini. Makin hari, justru kita makin menjauh dari cita-cita sejati para pejuang tempo doeloe. Malah bisa dibilang: menjaga jiwa dan semangat dasar untuk “bersatu-bersama-bergotong royong” dalam Bhineka Tunggal Ika sajapun, begitu koyak-moyak.

Santapan harian yang tersuguh, baik di bidang politik, ekonomi, sosial, budaya dan agama, adalah fenomena anomali (kekacauan). Politik jadi komoditas ekonomi. Sementara ekonomi jadi alat politik. Agama diperlakukan sebagai berhala, sementara budaya diagamakan. Meski sungguh ajaib, betapapun berat goncangan yang menggoyang, negeri ini masih tetap berdiri. Tetapi, sampai kapan?

Inilah pertanyaan terpenting. Dan buku ini justru menjawabnya masalah daya tahan kita sebagai bangsa dengan melongok khasanah sejarah yang tersimpan di masa lalu. Maka sangat pantas, jika buku ini memiliki sub judul: historisitas, rasionalitas, dan aktualitas.

 Dalam sebuah even diskusi buku, Yudi Latif, intelektual muda merdeka asal Sukabumi ini, memberikan contoh, bahwa tak ada negara yang bisa maju, tanpa berpijak pada akar dan identitas sejatinya. Beberapa Negara yang patut disebut adalah: India (melalui rewriting India, tahun 70-an dan Jepang (via Restorasi Meiji). Berkaca pada pengalaman sendiri, mestinya Indonesia adalah Negara yang berada di garis depan, karena memiliki nilai-nilai fundamental yang digali dari warisan sejati bangsa. Kita bisa melesat, andaikata fundamen dasar itu dijadikan landasan pijak (common platform, atau kalimatun sawa). Tanpa perlu mengoyak dan merobeknya di sana-sini.

 Justru kebutuhan mendesak adalah kreasi aktual dan eksperimen aktual secara terus-menerus. Dan untuk itu, tafsir cerdas serta pikiran brilian dalam menafsirkan Pancasila (sebagai fondasi bangsa) bisa dijadikan sebagai panduan arah. Di sinilah letak penting karya besar Yudi Latif ini. Dan terasa hadir tepat waktu.

Kepicikan

Ada kesan kuat, cara kita ber-Pancasila menonjol dalam dua tipe (yang sama-sama ekstrem). Kubu pro Pancasila, tetapi nyaris irasional dan penuh ego. Kedua, kubu kontra, yang belum menerima sepenuhnya, tetapi juga dengan sikap-sikap emosional, dengan doktrin membabi-buta. Hal ini, yang juga dilihat oleh Franz Magnis Suseno. Menurut Romo Magnis, perlu koreksi dalam bersikap sesuai Pancasila. Dengan menjauhkan tabiat oportunistik dan mengusung agenda sendiri, dengan dalih kebangsaan. Sekaligus mempersempit ruang gerak kaum fundamentalis yang picik. Artinya, baik pihak yang menerima (dengan penuh intrik) ataupun menolak (dengan ekstrem, misalnya di kalangan Islam), sama-sama mengganggu upaya kreatif dan cerdas dalam mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila.

 Padahal ketika Pancasila dirumuskan, tak ada anasir kepicikan dan oportunisme seperti itu. Para kubu yang berdebat, tetap menerima bahwa memang Pancasila mengusung karakter dasar bangsa ini, yaitu religious, beragam, dan berjiwa gotong royong. Debat dan kontra argumen paling panas sekalipun, tak memelencengkan para founding father (Para Bapak Bangsa) dari komitmen itu. Kubu Islam sekalipun, misalnya, berargumen dan mendesakkan Islam sebagai dasar Negara, dengan misi kemaslahatan. Ini adalah soal perspektif, dan wajar diusulkan. Meski hasilnya, sudah tentu, tidak diterima semua pihak. Inilah kompromi politik ideal. Kubu Islam saat itu, sama sekali tak picik untuk kemudian memisahkan diri, memberontak, ataupun mengganggu komitmen bersama ini.

Sesungguhnya, ini adalah sebentuk makna pengorbanan terbaik dari kalangan Islam waktu itu, demi maslahat bersama. Seperti pemaparan Yudi Latief dalam buku ini, bahwa ada contoh sejarah dalam tradisi Islam, yaitu ketika Rosululloh menerima perjanjian Hudaibiyah dengan kaum musyrik Mekah (yang mengecewakan para sahabat, namun bermanfaat di kemudian hari).

Pesan Kuat

Pesan terkuat buku ini, memang terletak di bagian perumusan dan kesepakatan multipihak tatkala Pancasila lahir. Jauh dari pendekatan emosional, melainkan kekuatan nalar, penjelajahan dokumen, dan analisis menyeluruh, buku ini memapar sejumlah rangkai peristiwa di momen penting dan tergenting itu. Hingga jelas, bahwa kesepakatan politik yang kemudian lahir, yaitu menerima Pancasila sebagai dasar Negara, adalah tonggak sejarah terpenting yang menyatukan bangsa ini (selain Sumpah Pemuda, di era sebelumnya).

Menurut buku ini, bukan suatu kebetulan bila sejarah menghendaki kita memiliki warisan khasanah sosial budaya yang begitu kaya dan beragam, namun diikat oleh makna yang bisa diterima semua. Melainkan lahir dari dialektika panjang. Misalnya soal sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila ini, meski awalnya ditawarkan bebas, bisa di sila pertama, kedua, atau bahkan terakhir, tetaplah sari pati terpenting dari keyakinan yang dianut manusia Indonesia, dari sejak dahulu. Jauh sebelum tradisi agama luar hadir (Hindu, Budha, Islam, dan Kristen), rakyat di nusantara telah memiliki sebentuk “kepercayaan” religius (bukan sekuler). Mereka adalah penganut animism (percaya pada kekuatan roh) dan dinamisme (percaya kepada kekuatan yang menggerakkan). Dari titik ini, menjadi keliru bila ada upaya ekstrem untuk sepenuhnya menyingkirkan keyakinan religius di panggung sosial politik negeri ini. Kompromi rasional adalah dengan memberikan ruang terbatas dan demarkasi yang jelas, antara wilayah politik yang sekuler dengan aspirasi agama. Yudi Latif menyebutnya dengan metode diferensiasi (pembedaan).

Sebenarnya masih banyak ragam hal yang menarik dari buku tebal ini. Tetapi yang mengagumkan adalah bahwa semua bagian dan detil dari isi buku, seluruhnya padat dengan dokumen sejarah dan tawaran solusi yang cerdas. Hingga sah saja, ketika diluncurkan, buku ini mendapat pujian di mana-mana. Selamat membaca.