Senin, 29 November 2010

SISTEM SOSIAL, ORGANISASI SOSIAL DAN STATUS SOSIAL

SISTEM SOSIAL, ORGANISASI SOSIAL
DAN STATUS SOSIAL

Sistem sosial adalah Sejumlah kegiatan atau sejumlah orang dengan hubungan timbal balik yang kurang lebih bersifat konsisten. Sistem sosial diciptakan manusia untuk mempengaruhi prilaku manusia. Dalam sistem sosial hubungan timbal balik terjadi antara masyarakat, organisasi dan kelompok sosial. Dalam masyarakat terjadi interaksi dan juga terdapat fakta sosial yang bersifat umum. Selain fakta umum juga terdapat fakta eksternal yang bersifat memaksa seperti norma hukum.

Pada organisasi yaitu kelompok-kelompok yang mempunyai tujuan tertentu, akan terjadi suatu interaksi yang langgeng, memiliki identitas yang jelas, memiliki keanggotaan, terdapat program dan prosedur. Sedangkan pada kelompok sosial interaksi tidak terlalu intensn. Dalam sistem sosial selalu mempertahankan batas untuk membedakannya deari lingkungan. Dalam masyarakat terdapat suatu interaksi yaitu hubungan timbal balik yang pas dimana semakin dekat atau sama tujuannya hubungan akan semakin solid. Menurut Robert K. Merton terdapat dua fungsi dari interaksi yaitu fungsi manifest dan laten. Fungsi manifest bersifat jelas, terang dan diketahui atau dengan kata lain fungsi yg diketahui oleh orang yg bertindak ( actor ). Contohnya adalah peran atau status sebagai dosen. Sedangkan fungsi laten memiliki sifat tersembunyi atau yang tidak diketahui atau dengan kata lain kebalikan dari fungsi manifest, yaitu fungsi yg tdk diketahui oleh orang yg bertindak ( aktor ).

Kelompok adalah suatu sistem sosial yg terdiri dari sejumlah orang yg berinteraksi satu sama lain dan terlibat dalam suatu kegiatan bersama dan memilki sikap lebih solidaritas serta bersifat kolektivitas .Jika organisasi lebih memiliki peraturan dan bersifat role expectation yaitu memiliki harapan kelompok. Dalam masyarakat terdapat kategori sosial yaitu tidak ada interaksi, tidak ada ikatan moral, dan juga tidak ada harapan-harapan peran contohnya adalah perempuan dan laki-laki sama saja tidak ada batasan. Jadi dapat disimpulkan jika kategori sosial memiliki harapan dan bersifat kolektivitas serta terdapat nilai disebut kelompok. Jika kelompok memiliki sifat lebih mengikat lagi disebut dengan organisasi.

Adapun perbedaan antara organisasi dan masyarakat adalah jika masyarakat merupakan sistem sosial yg memiliki identitas kolektif yg tegas, daftar anggota yg terperinci, program kegiatan yg jelas & prosedur pengganti anggota serta interaksinya lebih solid dan makin terintegrasi. Sedangkan pada masyarakat cakupannya lebih luas dan merupakan sistem interaksi, atau keseluruhan komplek hubungan manusia yg luas sifatnya. Perbedaan antara organisasi dan individu antara lain jika organisasi merupakan kenyataan objektif / eksternal sedangkan individu merupakan subjek yg melakukan sesuatu yg mempunyai perasaan, pikiran memberi arti pd sesuatu yg mampu menilai tindakan sendiri atau dengan kata lain merupakan kenyataan subjektif / internal.

Status merupakan hal yang dibuat oleh manusia dan bersifat subyektif. Selain itu pengertian dari status adalah tatanan ( order ) hak dan kewajiban secara hierarkis dalam struktur formal suatu organisasi. Menurut
Talcott Parsons status seseorang timbul karena kelahiran contoh anak

raja, karena mutu pribadi, karena prestasi contoh insinyur, karena kepemilikan, dan karena otoritas/kekuasaan. Adapun manfaat dari mengetahui tentang organisasi sosial adalah untuk dapat diajak bekerjasama dalam kegiatan kesehatan. Status subjektif ada yang bersifat konsisten dan non konsisten. Dalam organisasi terdapat peran yang memiliki arti pola perilaku yang diharapkan dari seseorang yang memiliki status atau posisi tertentu juga posisi tertentu dalam organisasi. Maka dari itu sangat diperlukan sumber daya manusia yang baik untuk melaksanakan perannya dalam mensejahterakan masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar