Senin, 19 Desember 2011

CERPEN LOVE




IMPOSSIBLE Love (Hopefully will be POSSIBLE)

'Josh, andai aja kita saling kenal... Andai aja, Josh!'

Kalian tahu Josh kan? Jangan bilang kalian nggak tahu! Pada punya "tipi" kan di rumahnya masing-masing? Hehe... Iya, Josh yang guanteng itu lhoo! Bukan cuman ganteng, tapi suaranya, gayanya, tingkahnya bikin melting banget kan?? Nggak mungkin deh ada yang nggak setuju sama pendapat gue ini. Bisa aja sih ada, tapi itu mungkin bagi yang nggak punya saraf ketertarikan pada lawan jenis ya... (sorry to say). Ya..Ya..Ya..terserah kalian mau bilang gue terlalu terobsesi atau gimana, tapi intinya....GUE SUKA JOSH! Titik! eh..Tanda seru! Pertama kali Josh nongol di layar teve, gue langsung suka sama dia! Iyalah, pasti yang pertama gue liat tampangnya dulu. Tapi, seiringnya waktu (puitis dikit gapapa), gue suka sama dia bukan karena tampang, TAPI gaya dan tingkahnya yang bisa bikin cewek-cewek melting, klepek-klepek, pingsan, apapun itu, tapi nggak sampe mati pastinya.



Waktu masih awal-awal Josh baru muncul di layar teve, temen gue bilang:

"Ki, besok Josh manggung tuh di C-Town! Lo dateng, nggak?"

Gue nggak tau, temen gue itu sengaja atau nggak ngomong hal itu pas gue lagi asyik ngunyah bakso bulet-bulet di mulut gue. Ya... nggak heran bakso itu dengan indahnya masuk ke tenggorokan gue tanpa permisi. Untung gue masih selamet dan nggak perlu masuk UGD buat keluarin 'si bulet' itu. Tapi, bukan itu yang gue permasalahin, yang gue permasalahkan adalah JOSH MANGGUNG meeennn! Tanpa mempermasalahkan apa yang udah temen gue itu lakuin dengan tenggorokan gue, gue pun menjawab cepat:

"Dateng dateng dateng!!! Pasti pasti pasti!!! Makasih banyak, ya, Tata cantik atas infonya!" kata gue sambil mencubit-cubit pipi Tata biar dia ngerasa pipinya chubby dikit (padahal? *senyum licik*).



Keesokan harinya, gue pun dateng ke C-Town lebih awal! Lebih awal dari artisnya juga lho! (maklum, obsesi kan..) Awal banget sampai kursi-kursi yang udah disiapin panitia di depan panggung tempat Josh bakal nyanyi nanti pun masih kosong melompong tanpa ada manusianya. Udah pasti dong gue pilih kursi paliiinnnggggg depan! Biar bisa langsung liat muka Josh tanpa hambatan dan aral melintang di depan mata gue. Gue pun duduk dengan manisnya di kursi yang udah gue pilih bener-bener, dan menanti Josh nongol dari balik panggung. Dag Dig Dug.

Dua jam kemudian, Josh pun muncul dari balik panggung, dengan kaos putih yang dilapisi jas hitam di luarnya, celana jeans hitam, dan sepatu putih. Keren abis. Cuma itu satu-satunya komen yang muncul dari hati gue yang paling dalem pas liat dia nongol. Kemunculan Josh itu disambut gemuruh sorakkan penonton, yang pastinya dari para perempuan, tapi ada juga dari para lelaki yang keperempuanan. Gue yang tadinya mau sedikit cool nanggepin kemunculan Josh, nggak tahan, dan akhirnya ikut teriak juga, sampe ibu-ibu di sebelah gue melihat gue sambil ngangkat sebelah alisnya. It's okay, buat lo nih, Josh!



Sore itu Josh bawain 7 buah lagu, dan di lagu terakhir yang judulnya "Aku Suka Kamu", gue nggak tahan terus duduk manis di kursi gue, dan melihat para wanita lari-lari ke depan panggung. Hambatan yang gue kira nggak akan gue alami jika duduk di kursi paling depan, ternyata terjadi. Gue mulai nggak bisa lihat Josh dengan jelas, cuma jambul rambutnya yang di spike yang bisa gue lihat. Karena halangan itu, gue akhirnya ikut lari ke depan panggung, nerobos puluhan wanita yang ada di depan gue, nggak peduli mereka mau ngomel, marah, atau nimpuk gue, yang penting gue bisa lihat Josh dengan utuh! Akhirnyaaaaa....Josh pun persis ada di depan mata gue. Meskipun muka gue cuma sejajar dengan kakinya karena panggungnya cukup tinggi (bukan karena gue pendek, lho), tapi nggak apa-apa, yang penting gue bisa lihat dia dari ujung rambut sampai ujung jempol kakinya.

Lirik lagu "Aku Suka Kamu" pun menggema: 'Hey, aku suka kamu... Walaupun kita tak saling mengenal, tapi kuyakin pasti dari hatiku bahwa aku suka kamu...' lirik demi lirik pun dinyanyikan dengan indah oleh Josh, diikuti oleh para penonton. Tapi, bentar-bentar, Josh nunjuk gue! Josh nunjuk gue! Josh.... Hah?! Dia beneran nunjuk gue? Omaigat...Omaigat...Josh nunjuk gue, pemirsa! Kaki gue langsung lemes saat itu, untungnya gue masih kuat nopang badan gue, dan nggak sampai pingsan. Terimakasih Tuhan.



Sejak hari itu, obsesi gue makin menjadi sama Josh. Gue selalu ikutin dia kemanapun dia manggung, tapi gue nggak terobsesi gila-gilaan sampe ngikutin dia tour keliling Pulau Jawa juga! Gue ikutin dia sebatas Kota Jakarta aja kok.. (Kalian boleh bernafas lega..Haha..) Mungkin Josh bingung selalu liat gue di setiap belahan Kota Jakarta, dimanapun tempat dia manggung. Tapi, itulah yang gue lakuin buat nunjukkin kalo gue suka banget sama dia. Gue tau mustahil gue bisa kenal sama Josh. Mustahiiilll bangeeettt! Secara, dia punya beribu-ribu fans cewek yang nggak mungkin dia inget satu persatu, apalagi gue pun nggak masuk ke komunitas pencinta Josh seperti fans-fans cewek lainnya, tapi intinya gue suka Josh (again). Akhir kata, dari blog ini, gue bukan mau cari sensasi dengan tragedi tatapan Josh waktu manggung beberapa bulan yang lalu, tapi gue cuma mau bagi cerita aja, semoga menghibur dan memberi motivasi buat kalian semua bahwa "Kalo lo suka sama seseorang, baik itu lawan jenis maupun sesama jenis (bukan lesbi atau homo maksudnya, tapi kekaguman), jika kalian anggep itu mustahil untuk didapat, cobalah untuk kalian tunjukkan dulu kekaguman kalian itu. Niscaya, dengan menunjukkan kekaguman itu, orang-orang yang kalian kagumi merasa bahwa mereka berarti, dan siapa tahu mereka juga menganggap kalian lebih berarti."



Tak terasa sudah 2 jam aku duduk manis di bangku cafe ini. Cafe ini memang cafe favoritku. Segala aktivitasku mulai dari belajar, sibuk sendiri dengan laptop dan blogging, sampai berkumpul dengan teman-teman, aku lakukan di cafe ini. Mungkin bila aku meninggal nanti, cafe ini bisa menjadi saksi sejarah hidupku. Tulisan blog ke-16 pun kuselesaikan di cafe itu, kututup layar laptopku yang mulai panas karena kupakai selama 2 jam tanpa henti, kuteguk sisa-sisa Hot Chocolate yang menemaniku selama 2 jam.

"Sudah selesai bloggingnya, Mba?" tanya seorang pelayan yang sudah sangat hafal dengan wajahku.

"Sudah, Mba.. Minta billnya, ya.." jawabku.

Selesai sudah kujalani hari ini, kegiatan yang seperti biasa kujalani. Mungkin memang kegiatan seperti ini dianggap hanya membuang-buang waktu untuk sebagian orang, tapi untukku, ini adalah hobiku. Aku nyaman dengan apa yang kulakukan. Satu motto yang selalu kutanamkan dalam hidupku: 'Bila kau nyaman dengan yang kau lakukan, lakukanlah. Jangan pedulikan orang lain yang menganggap pekerjaanmu tak berguna. Karena suatu saat, mereka pasti akan memujimu karena pekerjaanmu itu.'

Tidak ada komentar:

Posting Komentar